Kamis, 09 Juli 2015

TESTIMONI JUJUR DARI WALIMURID


"Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Ustadz, terimakasih atas perhatian ustadz dan ustadzah semuanya. Putri kami semakin berubah sholihah. Alhamdulillah."

Tidak  ada yang membuat seorang guru merasa bahagia selain pengakuan yang tulus dari orangtua saat merasakan perubahan yang dialami anaknya. Testimoni seperti di ataslah yang sangat diharapkan para guru. Bukan gaji, apalagi sertifikasi. Lelah, penat, dan capek terasa hilang semua ketika sang orangtua merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh para guru.

Hanya Alloh Sang Penguasa Alam Semesta yang mampu merubah sang anak. Kita hanya bisa berikhtiar dan berdoa. Orangtua dan guru harus bekerjasama secara baik agar harapan dan tujuan pendidikan bisa tercapai secara maksimal. Tidak ada artinya guru tanpa dukungan orangtua di rumah. Demikian juga akan timpang jika orangtua berseberangan paham dengan guru.

Hanya inilah yang bisa kami berikan. Kami akan selalu berusaha menjadi lebih baik sebagaimana slogan kami #NeverStopGrowing. Semoga. Aamiiin...

Jumat, 01 Mei 2015

Malam Bina Iman & Taqwa (MaBIT); Ini Cara Kami Peringati Hardiknas

Salmania yang dirahmati Alloh. Semoga Anda semua senantiasa dalam lindungan Alloh. Semoga Rahmat & Karunia-Nya selalu melimpahi Anda semua. Aamiiin...

Hari ini Tanggal 02 Mei 2015. Inilah hari peringatan tahunan kita, HARDIKNAS, Hari Pendidikan Nasional. Namun sayang seribu sayang. Dari tahun ke tahun peringatan Hardiknas tidak berubah. Terutama di daerah kami. Apa itu? Jalan sehat, lalu makan-makan dan yang terakhir adalah upacara bendera. Ya. Dari tahun ke tahun. Kegiatan yang menghabiskan banyak dana itu selalu diulang dan diulang. Bukankah akan lebih baik jika peringatan ini diganti (atau diselingi) dengan kegiatan yang lebih bermanfat. Misalnya, lomba menulis ulang sejarah Ki Hajar Dewantoro, atau lomba penulisan puisi, cerpen, novel dan sebagainya. Atau mungkin lomba pidato pendidikan, dan seterusnya.

Nah, kami sebagai sekolah swasta mencoba memberikan warna lain peringatan hardiknas, yaitu dengan mengadakan MaBIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Kegiatan bermalam di sekolah yang diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya: pembiasaan sholat berjama'ah di Masjid (syukurlah kami sudah memiliki Masjid Salman al-Farisi), pembiasaan sholat tahajjud, taushiyah, outbond, dan seterusnya. Syukurlah ternyata kegiatan seperti ini teramat berkesan bagi anak-anak. Buktinya adalah anak-anak selalu merindukan MaBIT ini. Begitu diumumkan jadual MaBIT, mereka langsung riang gembira.

Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah yang lain. Aamiiin...






Jumat, 23 Januari 2015

LOWONGAN GURU KELAS & GURU TAHFIZH 2015


KHUSUS YANG BERANI BERJUANG.
Sekolah Islam Terpadu Salman al-Farisi Tayu Kulon Tayu Pati membuka kesempatan bagi para pecinta pendidikan untuk ikut berpartisipasi mencetak generasi muslim unggulan.

Formasi yang dibutuhkan adalah Guru Kelas (A), Guru Tahfizh (B) dengan syarat-syarat sebagai berikut::
  1. Muslim/muslimah taat, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi hal-hal yang merusak diri.
  2. Menyukai serta sayang dunia anak-anak dan siap bekerja secara full day
  3. Siap menjadi teladan dalam akhlak mulia keseharian. 
  4. Diutamakan yang memiliki hafalan juz ‘amma.Bersedia mengikuti kajian rutin pekanan yang dikoordinasi oleh yayasan. 
  5. Sehat jasmani dan ruhani. 
  6. Lancar membaca al-Qur’an, diutamakan yang sudah bersyahadah Qiro’aty. 
  7. Berpikiran terbuka, mudah bekerjasama dan tidak fanatik golongan. 
  8. Diutamakan yang berdomisili di wilayah eks kawedanan Tayu.
  9. Pendidikan minimal S1 semua jurusan (A), SMA atau sederajat dg hafalan 30 juz dibuktikan dengan syahadah (B). 
  10. Umur maksimal 35 tahun per Juli 2015. 
  11. Mampu mengoperasikan komputer dan internet (A dan B). 

Lamaran lengkap: CV, pas foto 4x6 2 lbr, copy ijazah dan transkip nilai dari SD sampai Perguruan Tinggi. Lamaran dikirim atau diantar langsung ke SD IT Salman al-Farisi dengan alamat: Jl. Salman al-Farisi No. 5 Perum Taylon Sejahtera Jl Raya Tayu-Jepara KM. 2, Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Bagi lamaran yang diantar langsung akan diterima: Senin - Kamis: 07:30 - 12:00 WIB; Jum'at: 07:30 - 09:30 WIB; dan Sabtu: 07:30 - 10:00 WIB.
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi secara personal untuk mengikuti tes tulis.
Lamaran paling lambat 28 Februari 2015.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs resmi SD IT Salman al-Farisi www.sitsalmanalfarisi.blogspot.com atau pertanyaan yang bisa dikirim ke email salman.aef@gmail.com

Jumat, 10 Oktober 2014

Gara-Gara Sekolah di Salman al-Farisi



Salmania yang dirahmati Alloh. Sekolah yang baik adalah yang mampu memberikan bekas baik pada anak didiknya. Seorang anak yang awalnya susah diatur, sulit diajak berbuat baik, lepas kontrol, namun setelah masuk di sekolah bisa berubah menjadi pribadi yang sholih adalah sebuah prestasi. Intinya, sekolah yang berhasil adalah yang sukses merubah yang tidak baik menjadi baik, yang malas menjadi rajin dan yang seenaknya sendiri menjadi bertanggung jawab.

Bukan sekolah yang berhasil jika inputnya baik dan outputnya baik, karena hasilnya sama saja. Tapi jika inputnya campur aduk dan hasilnya baik-baik, ini adalah prestasi yang luarbiasa. Di Salman al-Farisi, alhamdulillah terjadi keajaiban atas izin Alloh. Ada anak yang awalnya luarbiasa "liar", setelah ditempa dan dididik di Salman al-Farisi sekarang menjadi pribadi yang subhanalloh, sholih. Tentu ini bukan karya kita sendiri. Ada tangan Alloh di sana. Sebagaimana slogan TK IT Salman al-Farisi, "Bersama Alloh membentuk generasi santun, cerdas dan ceria!" Atau sebagaimana cita-cita SD IT Salman al-Farisi dalam visinya, "Berhati Ka'bah, Berotak Jerman dan Berjiwa Ksatria."

Namun, meski kami berusaha memberikan yang terbaik, ada juga wali murid yang mengeluh. "Wah, gara-gara anakku sekolah di Salman al-Farisi, sekarang cerewetnya bukan main. Aku minum sambil berdiri diingatkan. Aku makan pakai tangan kiri diingatkan. Terus katanya merokok itu lebih banyak ruginya daripada baiknya. Waduh....capek deh....."

Nah, sebenarnya misi kami adalah membentuk anak shalih dan shalihah. Namun jika atas kehendak Alloh orangtuanya ikut-ikutan menjadi shalih dan shalihah, maka hanya syukur yang tiada tara yang bisa kami ucapkan atas kehendak-Nya. Ya Alloh ridhailah aktivitas kami ini. Catat ya Alloh, semoga kami tetap menjadi keluarga besar di surga kelak. Amin....

Minggu, 01 Juni 2014

Lowongan Ustadz/Ustadzah Salman al-Farisi 2014

Sekolah Islam Terpadu Salman al-Farisi Tayu Kulon Tayu Pati membuka kesempatan bagi para pecinta pendidikan untuk ikut berpartisipasi mencetak generasi muslim unggulan.

Formasi yang dibutuhkan adalah Guru Kelas SD IT (A), guru TK IT (B) dan sopir antar jemput (C) dengan syarat-syarat sebagai berikut::
1. Muslim/muslimah taat, tidak merokok.
2. Menyukai serta sayang dunia anak-anak dan siap bekerja secara full day.
3. Bersedia mengikuti kajian rutin pekanan yang dikoordinasi oleh yayasan.
4. Sehat jasmani dan ruhani.
5. Lancar membaca al-Qur’an, diutamakan yang sudah bersyahadah Qiro’aty.
6. Berpikiran terbuka, mudah bekerjasama dan tidak fanatik golongan.
7. Berdomisili di wilayah eks kawedanan Tayu.
8. Pendidikan minimal S1 semua jurusan (A), sarjana pendidikan AUD (B), SLTP/SLTA (C).
9. Umur maksimal 35 tahun per Juli 2014.
10. Mampu mengoperasikan komputer (A dan B).
11. Diutamakan memiliki SIM A dan pengalaman menyetir mobil 1 tahun (C).

Lamaran lengkap: CV, pas foto 4x6 2 lbr, copy ijazah dan transkip nilai dari SMP (atau sederajat) sampai PT dikirim atau diantar langsung ke Yayasan Pendidikan Dakwah Sosial (YPDS) “Roja’ul Ummah” Alamat Jl. Salman al-Farisi No. 5 Perum Taylon Sejahtera Jl Raya Tayu-Jepara KM. 2, Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Jam kerja bagi lamaran yang diantar langsung: Senin - Kamis: 07:30 - 12:00 WIB; Jum'at: 07:30 - 09:30 WIB; dan Sabtu: 07:30 - 10:00 WIB.
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi secara personal untuk mengikuti tes tulis.
Lamaran paling lambat 28 Juni 2014.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs resmi SIT Salman al-Farisi www.sitsalmanalfarisi.blogspot.com atau pertanyaan yang bisa dikirim ke email salman.aef@gmail.com

Selasa, 22 April 2014

Penerimaan Peserta Didik Baru

Alhamdulillah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Salman al-Farisi, Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati kembali membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2014-2015. PPDB SD IT Salman al-Farisi kali ini adalah angkatan kedua. Mari daftarkan putra-putri bapak/ibu di sekolah kami yang kami rancang dengan system fullday school: masuk pukul 07:10 dan pulang pukul 13:25.

Syarat Pendaftaran:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran.
2. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran.
3. Menyerahkan fotocopy KTP kedua orangtua.
4. Menyerahkan pas photo calon siswa ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
5. Membayar biaya pendaftaran Rp. 50.000,-

Waktu Pendaftaran:
Dibuka mulai tanggal 21 April 2014 sampai dengan kuota terpenuhi (30 siswa)
Senin - Kamis       Pukul: 08:00 - 12:30
Jum'at                   Pukul: 07:00 - 09:30
Sabtu                    Pukul: 07:00 - 10:30

Fasilitas:
Masjid Salman al-Farisi sebagai laboratorium ibadah yang cukup representatif

Lapangan Footsal untuk kebugaran fisik siswa-siswi SD IT Salman al-Farisi
Mobil antar jemput bagi orangtua yang tidak sempat antar dan jemput ke sekolah
Kegiatan Pembelajaran:
Makan bersama dilakukan setiap hari dengan diawali berdoa bersama dan ditutup pula dengan doa
Pembelajaran sholat berjama'ah diterapkan sejak kelas 1

Untuk info lengkap silahkan hubungi Contact Person:
Suny, 085-229-66-4747 atau Yulia, 089-667-297-489

Salman al-Farisi, Never Stop Growing; Berhati Ka'bah, Berotak Jerman dan Berjiwa Ksatria

Brosur PPDB Halaman 1


Brosur PPDB Halaman 2

Selasa, 19 November 2013

Inilah Karya Hebat Anak Negeri


Sudah bukan cerita baru kalau penemuan anak bangsa, sering kali malah tidak mendapat tempat di negara asalnya. Padahal, sejumlah karya mereka patut diperhitungkan.
Meski dengan segala keterbatasan, mereka justru mampu berinovasi menciptakan alat cukup hebat dan memiliki banyak manfaat. Di usia belia, para pelajar di Indonesia justru memperlihatkan tajinya dalam perang teknologi.
Seperti yang dilakukan Annisa Puteri Raka, siswa SMAN 6 Yogyakarta. Dia memiliki ide membuat Sepatu Anti Maling (Santiling).
“Ide awal pembuatan Santiling ini adalah ketika sandal dan sepatunya sering hilang saat ditinggal di halaman rumah dan masjid. Pada awalnya sih ikhlas-ikhlas saja, tapi lama-lama tekor juga beli sepatu dan sandal terus,” kata Annisa kepada VIVAnews di LIPI Jakarta, Jumat 15 November 2013.
Teknologi Santiling yang dibuat Annisa terdiri atas dua macam, Santiling Mini Switch dan Santiling Reed Switch.
Untuk Santiling Mini Switch, cara kerjanya adalah ketika sepatu mengalami tekanan atau diinjak oleh orang lain, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu, Reed Switch adalah ketika jarak sepasang sepatu sudah berjauhan, maka alarm akan berbunyi.
Teknologi Santiling, menurut Annisa, bekerja dengan sistem remote control. Ketika tombol Santiling sudah di dalam posisi ON, maka saat jarak sepasang sepatu sudah berjauhan dan mengalami tekanan (diinjak), sensor akan mengirimkan sinyal ke alarm di sepatu dan di remote control.
“Dengan alat Santiling, maka orang-orang tidak perlu khawatir sepatu dan sandalnya hilang saat jauh dari pengawasan,” ujar Annisa.

Penyiram Tanaman dengan Ponsel
Karya tak kalah hebat juga ditunjukkan oleh dua orang anak siswa kelas lima di Sekolah Dasar Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Adalah Fatima Ezzat dan Aurumita yang berhasil menciptakan alat penyiram tanaman dengan ponsel.
Konsep bernama Autopot ini memanfaatkan ponsel bekas untuk menyiram tanaman di mana dan kapan saja. Sistemnya memindahkan energi kimia menjadi energi listrik dan gerak.
Cara kerja dari alat Autopot dengan menyambungkannya dengan ponsel bekas. Lalu, dinamo akan bergerak menyedot dan memancurkan air jika ada sambungan telepon masuk.
“Jadi, prosesnya adalah ketika menelepon ke ponsel bekas, maka getaran dari ponsel bekas itu akan mengubah energi gerak menjadi listrik dan selanjutnya akan memberikan tekanan pada air,” ujar Fatima dan Aurumita, kepada VIVAnews.
Aurumita mengaku memiliki hobi menanam. Namun, karena sering bepergian ke luar kota, dia kerap lupa menyiram tanamannya. Dari sini lah ide menyiram tanaman dari jarak jauh bermula.
“Lalu, saya berpikir bagaimana menciptakan alat untuk menyiram tanamannya secara otomatis. Akhirnya, saya menemukan ide menyiram tanaman hanya dengan melakukan panggilan telepon,” ujar Aurumita.
Biaya pembuatan alat Autopot ini hanya Rp350 ribu. Komponennya terdiri atas botol bekas, ponsel bekas, kabel, SIM card, sedotan, dinamo, selotip, baterai, komponen listrik, dan penyemprot air dari mobil bekas.

Gelang Anti Penculikan
Penemuan alat berawal dari masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di Indonesia. Situasi ini menjadi ide bagi Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6 Yogyakarta, yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan sensor alarm otomatis.
“Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orangtuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orangtuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi,” kata Nurina saat berbincang dengan VIVAnews.
Mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orangtua.
Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke micro controller, kemudian dikeluarkan oleh alat buzzer berupa bunyi alarm.
Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, menurut Tri Ayu Lestari, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.
Selain menambahkan jarak, keduanya akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. “Fitur GPS itu akan memudahkan orangtua untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik,” kata Tri.
Keduanya punya harapan besar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal. “Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-orang jahat,” ujarnya.

Rompi Canggih “Gadget Vest”
Dari gelang anti penculikan, kini beralih kepada mereka yang sangat tergantung dengan perangkat gadget, termasuk smartphone.
Penggunaan pengisi daya ponsel portabel, atau populer dengan istilah powerbank, semakin marak digunakan oleh para pengguna ponsel pintar.
Tapi, terkadang aktivitas mengisi daya ponsel dengan powerbank cukup mengganggu, pengguna ponsel harus menenteng ponsel dan powerbank secara bersamaan.
Kondisi itu membuat Yosua Imantaka, siswa SMAN 6 Yogyakarta, memutar otak. Dia kemudian memiliki ide membuat sebuah rompi yang membuatnya tidak kerepotan ketika membawa ponsel dan powerbank secara bersamaan.
Selain itu, rompi ini bisa menghindari tubuh dari efek gelombang elektromagnetik dari ponsel.
“Gadget Vest adalah sebuah rompi yang berfungsi untuk membuat pengguna memiliki ruang untuk menaruh ponsel yang sedang dicash powerbank. Selain itu, rompi dapat melindungi penggunanya dari terkena gelombang elektromagnetik dari ponsel,” kata Yosua.
Ide awal pembuatan Gadget Vest, dia melanjutkan, terinspirasi oleh baju pramuka perempuan yang memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang.
Bahan-bahan untuk membuat Gadget Vest terdiri atas rompi anti air, kain flanel (bahan kain yang lembut dan tidak mudah robek), organite (bahan anti radiasi elektromagnetik ponsel yang terbuat dari risin fiberglass dan kristal quartz), dan daktron (berfungsi untuk mengurangi dampak benturan pada ponsel dan menahan panas dari sinar Matahari).
Biaya total pembuatan Gadget Vest cukup terjangkau, totalnya hanya sekitar Rp335 ribu.

Helm Berlampu Sein
Temuan kali ini cukup penting untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Berawal dari banyaknya penyebab kecelakaan, ketika lampu sein pada sepeda motor sudah tertutup oleh barang-barang dagangan atau pun gerobak.
Untuk mengurangi kecelakaan akibat kondisi kendaraan bermotor yang minim fasilitas lampu sein, maka dua siswa asal SMP Islam Al Azhar 26, Yogyakarta, Naufal Rasendriya Apta dan Archel Valiano menciptakan sebuah helm yang sudah dilengkapi dengan lampu sein.
Cara kerja dari helm yang dilengkapi dengan lampu sein ini juga cukup mudah. Jika pengendara ingin berbelok ke kiri, pengendara cukup menggelengkan kepala ke kiri dan lampu sein bagian kiri menyala. Begitu pun ketika akan berbelok ke kanan.
Sementara itu, untuk mematikan lampu sein, pengendara cukup menganggukkan kepala sebanyak dua kali. Lampu sein akan otomatis langsung mati.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk pembuatan helm berlampu sein ini terdiri atas sensor accelero meter, micro controller AT Mega 8, lampu sein (kanan dan kiri), serta baterai.
Hasil buah karya Naufal dan Archel akhirnya keluar sebagai pemenang kedua untuk kategori National Young Inventors Award (NYIA) di Kompetisi Ilmiah LIPI.

Jaring 2.500 Karya Ilmiah
Semua penemuan ini adalah finalis dari kategori National Young Inventor Awards (NYIA) di Kompetisi Ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 14-15 November 2013.
LIPI sengaja menggelar Kompetisi Ilmiah untuk merangsang munculnya inovator-inovator muda yang nantinya bakal diadu di tingkat internasional.
Kompetisi ini terdiri atas serangkaian lomba, di antaranya Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-45, Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) ke-21, Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-12, dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-6.
Menurut Kepala LIPI, Lukman Hakim, era globalisasi yang sangat kompetitif ini, anak-anak bangsa harus meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya untuk menciptakan sumber daya manusia berbasis iptek.
“LIPI merasa pentingnya pendidikan iptek di kalangan remaja. Kompetisi ilmiah ini untuk meningkat kemampuan anak-anak bangsa dalam menciptakan solusi-solusi teknologi di masa depan,” kata Lukman.
Pada tahap awal Kompetisi Ilmiah 2013 ini, LIPI menjaring 2.500 karya ilmiah. Tapi, setelah diseleksi berhasil menetapkan 103 finalis karya ilmiah.
Nantinya, ke-103 finalis akan mempresentasikan karya ilmiahnya di depan dewan juri dan ditetapkan pemenangnya dari masing-masing kategori.
“Nanti, karya ilmiah terbaik untuk kategori LKIR dan NYIA akan diberangkatkan ke ajang internasional. Seperti ajang Intel International Science and Engineering Fair pada 2014 dan International Exhibition for Young Inventors 2014,” ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI, Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono.




Sumber: news.fimadani.com